Posted by: salsabilayugo on: January 4, 2009

SATU SAYAP
Oleh: Heru Yugo Prasetyo
25 November 2008
Layaknya burung yang terbang di langit yang sedang mengepakkan sayapnya
Menuju persinggahan yang harus disinggahi…tuk menemukan arti kata hidup
Hanya yakin dan harapan yang ada dalam dadanya..tuk tetap gerakkan kedua sayapnya
Menuju tempat persinggahan.
Tiada bekal yang dia bawa..hanya perut kosong dan kepakan sayapnya yang mengepak sekuat keyakinannya dan harapannya
Saat harus tinggalkan sarangnya, saat yang memang menjadi takdirnya…
Takdir yang membawanya menuju suatu perubahan..perubahan yang mustahil tanpa pengorbanan
Namun adakah engkau lihat sayapnya?
Sayap yang selalu menemaninya?
Dua sayap yang saling melengkapi , hingga sang burungpun dapat terbang menjelajahi cakrawala
Bukankah Allah menciptakan 2 sayap padanya? Tuk saling mengepakkan hingga cakrawalapun tersentuh dengan keajaiban penciptaan 2 sayap
Memang ada semangat yang membara dalam hati sang burung….memang ada harapan yang luas seluas cakrawala dalam hatinya..
Namun adakah kau lihat burung yang dapat terbang dengan satu sayap?
Adakah kau lihat paruhnya menembus cakrawala dengan hanya satu sayap?
Tidak….tidak.. mungkin kau temukan
Akan sulit tuk terbang dengan sayap yang hilang
Akan sulit tuk terbang dengan sayap yang patah
Akan sulit tuk terbang….
Begitulah arti dirimu bagi ku, aku adalah salah satu sayapnya..dan engkaulah adalah sayapnya yang lain…yang dipersatukan melalui hati yang penuh harap dan keyakinan…harap dan keyakinan yang satu…
Terasa sulit bagiku tuk membawa hati yang penuh harap dan keyakinan itu tanpa hadirnya dirimu….tuk membawa hati ini menuju Tuhanku…dalam jubah ketaqwaan.
Kini aku sedang menunggu dalam harap dan keyakinan tuk bisa membawa “sang burung” menuju tempatnya…dan aku tiada mungkin pergi tanpa dirimu….
Jadilah engkau pelengkap kepakanku..hingga kepakanku pun menerbangkan hati sang burung
Jadilah engkau penyeimbangku ketika paruhnya menembus cakrawala…
Jadilah engkau pelengkap kehadiranku…pada dunia ini…
Saat dirimu merasa mampu berjalan sendiri didunia ini..ingatlah sesungguhnya engkau hanyalah sebuah sayap…tiada akan pernah tercapai cita-cita yang luhur yang penuh cinta dan kedamaian..yang membawa kebahagiaan tanpa bantuan dari orang lain (pasangan anda). Kedua sayap itu bersatu karena satu hati dan satu tujuan….tujuan itu adalah Tuhan….Allah subhanahu wa taa’la.
Dia jua lah yang menyatukan kalian (kedua sayap) dalam raga “sang burung” tuk dapat meraih indahnya cakrawala..menikmati keindahan penciptaan-penciptaan Nya.
Hati kalian adalah hati “sang burung” tujuan kalian adalah tujuan “sang burung”.
Recent Comments