Hadapi dengan senyuman

Salsabilayugo

Posted by: salsabilayugo on: June 1, 2008

Mata air yang dijanjikan. Salsabila, bukan sebuah nama yang tak bermakna. Salsabila, agar aku selalu ingat akan pertemuan dengan Nabi…semoga terwujudkan. Salsabila…ya itulah makna salsabila bagi Yugo.

Ku mencari arti kehidupan

ikhtiarkan segala niat

sempurnakan segala ikhtiar…..

Mimpi yang Indah

Posted by: salsabilayugo on: March 30, 2008

Mimpi yang indah,silakan anda ceritakan

Mimpi buruk berlindunglah pada-Nya dan meludahlah ke kiri 3 kali..Dan jangan ceritakan mimpimu kepada orang lain. Karena mimpi buruk itu datangnya dari Syetan dan mimpi yang indah itu datangnya dari Allah.

Bertemu rasulullah dalam mimpi merupakan mimpi yang terindah…bahkan bertemu rasulullah di dalam mimpi kita merupakan impian setiap mukmin. Rasulullah idola kita….

Jadi teringat sahabat yang melalui dirinya saya mengambil banyak pelajaran. Seorang teman di Latihan Baris berbaris dulu. Kecil tapi penuh wibawa.

Sewaktu SMA dulu saya maju kedepan kelas untuk menceritakan “my obsession in this life” waktu itu pelajaran bahasa Inggris.

Setelah mempresentasikan obsesi saya dalam kehidupan ini saya ditanya oleh guru saya. Siapa idola kamu dan yang paling banyak memotivasi kamu dan yang menjadi tokoh panutan bagi kamu?

Sejenak saya berpikir…siapa ya? saya kemudian menjawab nama salah satu nama seorang ustadz indonesia….sebenarnya itu bukan jawaban yang spontan…hanya sekedar untuk bisa menjawab pertanyaan itu…

Setelah menjawab hal itu saya dipersilakan duduk… saat duduk kembali ke tempat belajar saya, teman saya berbicara sedikit kepada saya…Mmm kalo aku jadi kamu Go, aku akan jawab Rasulullah saw idola saya. Karena kata ustadz saya jika kita mengidolakan manusia selain Rasulullah dia hari akhir nanti kelak setiap manusia mengikuti orang yang diidolakannya.. Jika yang diidolakan masuk neraka maka masuklah meraka ke dalam neraka, jika yang diidolakan masuk syurga maka dia ikut masuk syurga (kira2 begitu ceritanya kepada saya)….

Jedeebbb… hati terasa tersentak malu bercampur kaget. Saya bertanya pada diri sendiri…”mengapa tak pernah terlintas dipikiran ini untuk menjadikan Muhammad saw sebagai idola, karena beliaulah yang pasti masuk syurga sedangkan selain beliau….?”

Sejak saat itu ku coba buka shirah dan mengenal Seseorang yang hampir kulupakan…seseorang yang memiliki akhlak yang agung seseorang yang begitu memukau dan berwibawa di kalangan sahabat-sahabatnya dan di kalangan musuh-musuhnya….

————————-
Dalam mimpiku
ku ingin bisa bertemumu (Muhammad SAW)
Mimpi ibuku tentang wudhuku
dan mimpiku yang bertautan…
Dan Masjid berkubah hijau diatas awan…
Semoga menjadi bahan bakarku tuk kembali pada-Mu….
————————-
Optimislah akan setiap mimpi indahmu karena Dalam hadist Qudsi ” Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku”…

Hampa….(catatan kecil yang ..?)

Posted by: salsabilayugo on: March 27, 2008

Saat aku teringat padamu terasa sakit sekali hati ini, seakan teriiris dan tubuh tertimpa hal yang begitu berat. Karena kau tiada disini lagi. Bukan engkau telah menyakitiku, namun kenangan-kenangan indah tentangmu dan sahabat-sahabat yang lain menyentakkan hatiku. Aku lemah tanpa kalian disisiku, rasa hidup tak bergairah, karena kalian perlahan-lahan meninggalkanku….Ingin rasanya kupergi tinggalkan kalian sebelum kalian meninggalkanku….

Tautan ketikan jemariku baru bisa mengungkapkan perasaan ini , perasaan yang selalu kupendam akan kesedihan dan kesepianku.

Ingin sekali kurengkuh impian dan janjiku… namun apa daya jiwaku masih lemah tuk merealisasikan ini semua. Berat beban janjiku kepada Tuhanku Allah swt, sahabat-sahabatku dan juga dirimu, seseorang yang sudah membekas dihatiku.

Seseorang yang memiliki cita-cita yang luhur yang akupun menyukai hal itu. Namun aku sedih akan keadaanku saat ini. Seakan seorang munafiq yang hanya berkata-kata saja tanpa ada realisasinya.

Jutaan kata mungkin sudah kuumbar namun tanpa realisasi yang baik dan sempurna. Berat sekali beban perkatan-perkataanku.

Aku ingin berubah… aku ingin buktikan kalau aku bukan orang yang hanya sekedar bicara…….aku ingin berubah….

aku tak bisa pungkiri jika aku mencintaimu…aku khawatir kehilanganmu..

Namun apa daya jika Dia sudah menentukan takdir…aku menerimanya dengan sepenuh hati….tak pantas aku membenci apa yang telah ia tentukan pada takdir hidupku ini…aku terima…

Semoga cinta Fana berganti cinta Abadi,  cinta karena-Nya…cinta yang penuh wibawa…

Kenangan mungkin sulit dilupakan , namun bisa dilupakan atau diambil pelajaran…

Untuk dirimu yang aku menjadi pencinta rahasiamu…

Maaf cinta ini tak mungkin kucegah (Lyric from Ayat-ayat cinta)

Siapakah diriku berani mencintaimu? sekedar manusia biasa yang tidak mampu menolak kodratku.  Namun aku tak ingin menjadi korban “sia-sia” dari musibah ini…karena cintaku tak bersambut…

Hidupku terlalu berharga tuk menangisi hal itu.

Namun hidupku bukan sesuatu yang sempurna seperti impianmu….aku titipkan perasaan ini pada Tuhanku, yang menggenggam dan membolak balikkan hati..

Semoga kenangan menjadi sejarah yang bermakna dan mengandung hikmah…

Hanya senyumanku yang bisa ku hadiahkan padamu…..

Gapailah impianmu…jadikan dirimu sebaik-baiknya wanita bagi umat ini, dengan semangat dan impianmu, aku yakin kau  bisa mewujudkannya (dengan Izin-Nya).

Jadilah orang yang dermawan seperti impianmu, berkelana ke seluruh pelosok dunia seperti kesukaanmu…. Namun jangan lupakan pemberi Impianmu….Allah swt…..

Harapan dan niat yang baik hanya akan terwujud melalui Izin-Nya…….

Takkan kumaafkan diriku ini..

Posted by: salsabilayugo on: February 25, 2008

Takkan kumaafkan diriku ini..

Filed under: Story, Advis

copied from mutiarahati.blogsome.com

Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu, ayah sendirian di kampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang bergiliran menjenguknya.

 

Kami semua sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari kampung halaman di Teluk Intan. Sebagai anak sulung, saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Setiap kali saya menjenguknya, setiap kali itulah istri saya mengajaknya tinggal bersama kami di Kuala Lumpur.

 

“Nggak usah… lain kali saja…!”jawab ayah. Jawaban itu yang selalu diberikan kepada kami saat mengajaknya pindah. Kadang-kadang ayah mengalah dan mau menginap bersama kami, namun 2 hari kemudian dia minta diantar balik. Ada-ada saja alasannya.

 

Suatu hari Januari lalu, ayah mau ikut saya ke Kuala Lumpur. Kebetulan sekolah masih libur, maka anak-anak saya sering bermain dan bersenda-gurau dengan kakek mereka. Memasuki hari ketiga, ia mulai minta pulang. Seperti biasa, ada-ada saja alasan yang diberikannya.

 

“Saya sibuk, ayah… tak boleh ambil cuti. Tunggulah sebentar lagi… akhir minggu ini saya akan antar ayah,” balas saya. Anak-anak saya ikut membujuk kakek mereka. “Biarlah ayah pulang sendiri jika kamu sibuk. Tolong belikan tiket bus saja yah…” katanya yang membuat saya bertambah kesal. Memang ayah pernah berkali-kali pulang naik bus sendirian.

 

“Nggak usah saja yah…” bujuk saya saat makan malam. Ayah diam dan lalu masuk ke kamar bersama cucu-cucunya. Esok paginya saat saya hendak berangkat ke kantor, ayah sekali lagi minta saya untuk membelikannya tiket bus. “Ayah ini benar-benar nggak mau mengerti yah… saya sedang sibuk, sibuuukkkk!!!” balas saya terus keluar menghidupkan mobil.

 

Saya tinggalkan ayah terdiam di muka pintu. Sedih hati saya melihat mukanya. Di dalam mobil, istri saya lalu berkata, “Mengapa bersikap kasar kepada ayah? Bicaralah baik-baik! Kasihan khan dia…!” Saya terus membisu.

 

Sebelum istri saya turun setibanya di kantor, dia berpesan agar saya penuhi permintaan ayah. “Jangan lupa, bang.. belikan tiket buat ayah,” katanya singkat. Di kantor saya termenung cukup lama. Lalu saya meminta ijin untuk keluar kantor membeli tiket bus buat ayah.

 

Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah dan minta ayah untuk bersiap. “Bus berangkat pk. 14.00,” kata saya singkat. Saya memang saat itu bersikap agak kasar karena didorong rasa marah akibat sikap keras kepala ayah. Ayah tanpa banyak bicara lalu segera berbenah. Dia masukkan baju-bajunya kedalam tas dan kami berangkat. Selama dalam perjalanan, kami tak berbicara sepatah kata pun.

 

Saat itu ayah tahu bahwa saya sedang marah. Ia pun enggan menyapa saya. Setibanya di stasiun, saya lalu mengantarnya ke bus. Setelah itu saya pamit dan terus turun dari bus. Ayah tidak mau melihat saya, matanya memandang keluar jendela. Setelah bus berangkat, saya lalu kembali ke mobil. Saat melewati halaman stasiun, saya melihat tumpukan kue pisang di atas meja dagangan dekat stasiun. Langkah saya lalu terhenti dan teringat ayah yang sangat menyukai kue itu. Setiap kali ia pulang ke kampung, ia selalu minta dibelikan kue itu. Tapi hari itu ayah tidak minta apa pun.

 

Saya lalu segera pulang. Tiba di rumah, perasaan menjadi tak menentu. Ingat pekerjaan di kantor, ingat ayah yang sedang dalam perjalanan, ingat istri yang berada di kantornya. Malam itu sekali lagi saya mempertahankan ego saya saat istri meminta saya menelpon ayah di kampung seperti yang biasa saya lakukan setiap kali ayah pulang dengan bus.

 

Malam berikutnya, istri bertanya lagi apakah ayah sudah saya hubungi. “Nggak mungkin belum tiba,” jawab saya sambil meninggikan suara.

 

Dini hari itu, saya menerima telepon dari rumah sakit Teluk Intan. “Ayah sudah tiada…” kata sepupu saya disana. “Beliau meninggal 5 menit yang lalu setelah mengalami sesak nafas saat Maghrib tadi.” Ia lalu meminta saya agar segera pulang. Saya lalu jatuh terduduk di lantai dengan gagang telepon masih di tangan. Istri lalu segera datang dan bertanya, “Ada apa, bang?”

 

Saya hanya menggeleng-geleng dan setelah agak lama baru bisa berkata, “Ayah sudah tiada!!”

 

Setibanya di kampung, saya tak henti-hentinya menangis. Barulah saat itu saya sadar betapa berharganya seorang ayah dalam hidup ini. Kue pisang, kata-kata saya kepada ayah, sikapnya sewaktu di rumah, kata-kata istri mengenai ayah silih berganti menyerbu pikiran.

 

Hanya Allah yang tahu betapa luluhnya hati saya jika teringat hal itu. Saya sangat merasa kehilangan ayah yang pernah menjadi tempat saya mencurahkan perasaan, seorang teman yang sangat pengertian dan ayah yang sangat mengerti akan anak-anaknya. Mengapa saya tidak dapat merasakan perasaan seorang tua yang merindukan belaian kasih sayang anak-anaknya sebelum meninggalkannya buat selama-lamanya.

 

Sekarang 5 tahun telah berlalu. Setiap kali pulang ke kampung, hati saya bagai terobek-robek saat memandang nisan di atas pusara ayah. Saya tidak dapat menahan air mata jika teringat semua peristiwa pada saat-saat akhir saya bersamanya. Saya merasa sangat bersalah dan tidak dapat memaafkan diri ini.

 

Benar kata orang, kalau hendak berbakti sebaiknya sewaktu ayah dan ibu masih hidup. Jika sudah tiada, menangis airmata darah sekalipun tidak berarti lagi.

 

Kepada pembaca yang masih memiliki orangtua, jagalah perasaan mereka. Kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat kita sewaktu kecil dulu.

<!– –>

Website Untuk Belajar Agama

Posted by: salsabilayugo on: February 23, 2008

Assalaamu’alaykum wr. wb

Alhamdulillah, browsing-browsing di internet dapet link-link bagus buat belajar agama dan cocok untuk menghilangkan dahaga ilmu. Semoga bermanfaat bagi diri saya pribadi khususnya dan teman-teman, saudara-saudaraku, dan keluargaku tercinta ….Amiiin

Berikut ini link website2nya:

1. Website tentang quran hadits
2. Soal-Jawab islam (versi bahasa melayu cocok untuk malaysian dan enak dibaca untuk indonesian)

insyaallah link-linknya bertambah lagi… moga bermanfaat dan selamat belajar. Kita lakukan yang terbaik, Allah pasti berikan yang terbaik.

Ada link bagus nih…cara penulisan dan pengungkapannya bagus…isinya insyaallah jauh lebih bagus dan indah…coba aja
mutiarahati.blogsome.com

Semoga Allah meneguhkan hati kita pada agama-Nya. Aamiiiin

My Life

Posted by: salsabilayugo on: February 21, 2008

Semakin hari semakin terasa perubahan yang terjadi pada diri ini. Semoga saja semakin baik , bukan sebaliknya. Berusaha menjadi seorang yang kuat dan tidak cengeng…

Entah harus dimulai darimana posting ini ya..

Wuiiiih…hidup memang tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Permasalahan bisa datang kapan saja saat kita lengah ataupun saat kita menyadarinya. Permasalahan….ternyata bukan suatu yang harus kita hindari, “permasalahan itu untuk dihadapi”, kata salah seorang teman. Memang benar…permasalahan harus kita hadapi, ya kita hadapi dengan cara yang benar tentunya.

Masalah seringkali merupakan wadah pendidikan kedewasaan dan kematangan seseorang. Tanpa masalah seseorang tidak dapat hidup(menurut saya). Ternyata permasalahan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Coba kita renungkan, apakah manfaat setiap masalah yang pernah kita alami bagi diri kita sendiri..think it by your self.

Memang ..saat kita mendapat masalah sering kali diri ini merasa sulit bahkan dada serasa terhimpit. but…keep stay cool. Coz kita insan yang beriman kepada Allah swt. Dia lah yang bisa mengeluarkan kita dari setiap permasalahan dan memberikan kita hikmah dari setiap permasalahan terbsebut bagi diri kita… Yakinlah Allah tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya.

Alhamdulillah, ternyata hal yang diharapkan datang juga.

Semangat tuk menjadi lebih baik saya dapatkan dari sahabat-shabat saya yang begitu menginspirasikan dan membuat saya ingin tuk menggapai impian-impian.

Gapai impian ini saya rasa hampir tidak mungkin. Namun ada sepercik harapan yang begitu kuat walaupun kecil bahwa saya Insyaallah bisa menggapai ini semua (hal hal terindah dalam kehidupan).

Terinspirasi dari blog dan tulisan dari beberapa orang teman yang saya cintai. Inilah fungsinya teman. Alhamdulillah. Terinspirasi juga dari tulisan dan koleksi gambar dari  seseorang yang  begitu mengagumkan bagi saya, seseorang yang begitu berbeda yang mengajarkan arti nilai keluarga, persahabatan, dan keindahan alam.

Hal yang tak pernah saya dapatkan sebelumnya dari yang lain. Begitu menginspirasikan semangat kehidupan dan harmonisasi dengan kesabaran. Mengajarkan arti kedewasaan yang mungkin dia tidak menyadarinya saya sedang belajar banyak darinya…..Mmmmm kebiasaan yang aneh ya… Memperhatikan sikap, perilaku  seseorang dalam menghadapi permasalahan…yang mungkin dia tidak tahu sedang ada yang mencoba mengambil pelajaran darinya. Yang mungkin dalam mengambil pelajaran itu saya bersikap kurang mengenakkan dan mungkin gak sepatutnya saya lakukan.

Sakit hati ini sirna begitu saja, Alhamdulillah. Aku yakin ada penyelesaian dari semua masalah ini …..

Coz

When Allah beside us, there is nothing to be worried.

BAGAIMANA MENJADI PEGAWAI YANG AMANAH?

Posted by: salsabilayugo on: December 29, 2007

BAGAIMANA MENJADI PEGAWAI YANG AMANAH?

Oleh
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad

MUKADIMAH
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas penyempurna dan pelengkap agama dan penghulu para rasul serta imam orang-orang yang bertaqwa nabi kita, Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat. Amma ba’du

Ini adalah risalah singkat berupa nasihat untuk para pegawai dan karyawan dalam menunaikan pekerjaan-pekerjaan yang diamanahkan kepada mereka. Aku menulisnya dengan harapan agar mereka mendapat manfaat darinya, dan supaya mambantu mereka untuk mengikhlaskan niat-niat mereka serta bersungguh-sungguh dalam bekerja dan menjalankan kewajiban-kewajiban mereka. Aku memohon kepada Allah agar semua mendapatkan taufik dan bimbingan-Nya.

[1]. AYAT-AYAT MENGENAI KEWAJIBAN MENUNAIKAN AMANAH
Diantara ayat-ayat mengenai kewajiban menunaikan amanah dan larangan berkhianat adalah firman Allah Azza wa Jalla.

“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. [An-Nisa : 58]

Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini, “Allah Ta’ala memberitakan bahwasanya Ia memerintahkan untuk menunaikan amanah-amanah kepada ahlinya. Di dalam hadits yang hasan dari Samurah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tunaikan amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu menghianati orang yang mengkhianatimu” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ahlussunnan]

Dan ini mencakup semua bentuk amanah-amanah yang wajib atas manusia mulai dari hak-hak Allah Azza wa Jalla atas hamba-hamba-Nya seperti : shalat, zakat, puasa, kaffarat, nazar-nazar dan lain sebagainya. Dimana ia diamanahkan atasnya dan tidak seorang hamba pun mengetahuinya, sampai kepada hak-hak sesama hamba, seperti ; titipan dan lain sebagainya dari apa-apa yang mereka amanahkan tanpa mengetahui adanya bukti atas itu. Maka Allah memerintahkan untuk menunaikannya, barangsiapa yang tidak menunaikannya di dunia diambil darinya pada hari Kiamat”.

Dan firman-Nya.

“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

Ibnu Katsir berkata, “Dan khianat mencakup dosa-dosa kecil dan besar yang lazim (yang tidak terkait dengan orang lain) dan muta’addi (yang terkait dengan orang lain). Berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas mengenai tafsir ayat ini, “Dan kalian mengkhianati amanah-amanah kalian”. Amanah adalah ama-amal yang diamanahakn Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu faridhah ( yang wajib), Allah berfirman : “Janganlah kamu mengkhianati” maksudnya : janganlah kamu merusaknya”. Dan dalam riwayat lain ia berkata, “(Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul) Ibnu Abbas berkata, “(Yaitu) dengan meninggalkan sunnahnya dan bermaksiat kepadanya”.

Dan firman-Nya.

“Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” [Al-Ahzab : 72]

Ibnu Katsir berkata setelah menyebutkan pendapat-pendapat mengenai tafsir amanah, diantaranya ketaatan, kewajiban, din (agama), dan hukum-hukum had, ia berkata, “Dan semua pendapat ini tidak saling bertentangan, bahkan ia sesuai dan kembali kepada satu makna, yaitu at-taklif serta menerima perintah dan larangan dengan syaratnya. Dan jika melaksanakan ia mendapat pahala, jika meninggalkannya dihukum, maka manusia menerimanya dengan kelemahan, kejahilan, dan kezalimannya kecuali orang-orang yang diberi taufik oleh Allah, dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan”.

Firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janji-janji” [Al-Mukminun : 8]

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu, apabila mereka diberi kepercayaan mereka tidak berkhianat, dan apabila berjanji mereka tidak mungkir, ini adalah sifat-sifat orang mukminin dan lawannya adalah sifat-sifat munafikin, sebagaimana tercantum dalam hadis yang shahih.

“Tanda munafik ada tiga : apabila berbicara berdusta, apabaila berjanji ia mungkir dan apabila diberi amanat dia berkhianat”.

Dalam riwayat lain.

“Apabila berbicara ia berdusta, dan apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia berlaku keji”.

[2]. HADITS-HADITS TENTANG MENUNAIKAN AMANAH
Diantara hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban menjaga amanah dan ancaman dari meninggalkannya adalah sebagai berikut.

Hadits Pertama.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada orang-orang, datanglah seorang Arab badui lantas berkata. ‘Kapan terjadinya Kiamat? Rasulullah terus berbicara, sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakannya dan beliau membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan ia tidak mendengar’, sehingga tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau berkata, ‘Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat?’ Ia berkata, ‘Ini aku wahai Rasulullah’, Rasul bersaba, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat’. Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau menjawab, ‘Apabila diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah hari Kiamat” [Diriwayatkan Al-Bukhari]

Hadits Kedua
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Rasulullah telah bersabda, “Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud 3535 dan At-Tirmidzi 1264, ia berkata, “ini adalah hadits hasan gharib”. Lihatlah, As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 424]

Hadits Ketiga
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Yang pertama hilang dari urusan agama kalian adalah amanah, dan yang terakhirnya adalah shalat” [Diriwayatkan oleh Al-Khara-ithi dalam Makarimil Akhlak hal. 28. Lihat, As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 1739]

Hadits Keempat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Tanda seorang munafik ada tiga : apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir, dan apabila diberi amanah ia berkhianat” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]

[3]. PEGAWAI YANG MENUNAIKAN PEKERJAANNYA DENGAN IKHLAS MENDAPAT BALASAN DUNIA DAN AKHIRAT
Apabila seorang pegawai menunaikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh mengharapkan pahala dari Allah, maka ia telah menunaikan kewajibannya dan berhak mendapatkan balasan atas pekerjaannya di dunia dan beruntung dengan pahala di kampung akhirat. Telah datang nash-nash syar’iyah yang menunjukkan bahwasanya upah dan pahala atas apa yang dikerjakan oleh seorang dari pekerjaan didapat dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepada-Nya pahala yang besar” [An-Nisa : 114]

Imam Bukhari (55) dan Imam Muslim (1002) telah meriwayatkan dari Abu Mas’ud bahwasanya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Apabila seseorang menafkahkan untuk keluarganya dengan ikhlas maka itu baginya adalah sedekah”.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Dan tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah karena mengharapkan wajah Allah melainkan engkau mendapatkan pahala dengannya hingga sesuap yang engkau suapkan di mulu istrimu” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]

Nash-nash ini menunjukkan bahwasanya seorang Muslim apabila ia menunaikan kewajibannya terhadap sesama hamba lepaslah tanggung jawabnya, dan bahwasanya ia hanya akan mendapatkan balasan dan pahala dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

[4]. MENJAGA JAM KERJA UNTUK KEPENTINGAN PEKERJAAN
Wajib atas setiap pegawai dan pekerja untuk menggunakan waktu yang telah dikhususkan bekerja pada pekerjaan yang telah dikhususkan untuknya. Tidak boleh ia menggunakannya pada perkara-perkara lain selain pekerjaan yang wajib ditunaikannya pada waktu tersebut. Dan tidak boleh ia menggunakan waktu itu atau sebagian darinya untuk kepentingan pribadinya, atau kepentingan orang lain apabila tidak ada kaitannya dengan pekerjaan ; karena jam kerja bukanlah milik pegawai atau pekerja, akan tetapi untuk kepentingan pekerjaan yang ia mengambil upah dengannya.

Syaikh Al-Mu’ammar bin Ali Al-Baghdadi (507H) telah menasihati Perdana Menteri Nizhamul Muluk dengan nasihat yang dalam dan berfedah. Di antara yang dikatakannya diawal nasihatnya itu.

“Suatu hal yang telah maklum hai Shodrul Islam! Bahwasanya setiap individu masyarakat bebas untuk datang dan pergi, jika mereka menghendaki mereka bisa meneruskan dan memutuskan. Adapun orang yang terpilih menjabat kepemimpinan maka dia tidak bebas untuk bepergian, karena orang yang berada di atas pemerintahan adalah amir (pemimpin) dan dia pada hakikatnya orang upahan, ia telah menjual waktunya dan mengambil gajinya. Maka tidak tersisa dari siangnya yang dia gunakan sesuai keinginannya, dan dia tidak boleh shalat sunat, serta I’tikaf… karena itu adalah keutamaan sedangkan ini adalah wajib”.

Di antara nasihatnya, “Maka hiudpkanlah kuburanmu sebagaimana engkau menghidupkan istanamu” [1]

Dan sebagaimana seseorang ingin mengambil upahnya dengan sempurna serta tidak ingin dikurangi bagiannya sedikitpun, maka hendaklah ia tidak mengurangi sedikitpun dari jam kerjanya untuk sesuatu yang bukan kepentingan kerja. Allah telah mencela Al-Muthaffifin (orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka dengan sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah oran-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” [Al-Muthaffifin : 1-6]

[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]
_________
Foote Note
[1]. Dzailul Thabaqat Al-Hanabilah oleh Ibnu Rajab (1/107

di copy dari almanhaj.or.id

Kubuka saja semuanya

Posted by: salsabilayugo on: December 29, 2007

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

semoga Allah melindungi saya dari hal-hal buruk dan tipudaya syetan yang terkutuk.

Rahasia ini sebaiknya mungkin saya ceritakan kepada teman-teman semua. Semoga dengan saya tuliskan ini semua sebah dan kesempitan di hati ini bisa hilang tau menjadi ringan. Karena saya selama ini menyembunyikan permasalahan ini yang tidak ingin diketahui seluruhnya oleh teman-teman. Bukan suatu yang ringan untuk mengungkapkan ini semua hal ini tidak biasa saya lakukan, namun mungkin ini solusi dari permasalahan yang sedang saya hadapi permasalahan-permasalahan yang cukup mengguncangkan kehidupan saya. Dan saya akui ini semua kesalahan saya, karena kemalasan saya yang saya turuti dan hawa nafsu saya yang saya kurang kendalikan.

Namun di lain sisi saya uga tidak menyalahkan diri ini sepenuhnya karena diri ini begitu lelah mungkin dengan aktifitas yang saya kerjakan sehari-hari. Saya telah berbuat zalim terhadap diri ini sendiri. Jika bisa meminta maaf diri saya pribadi ingin meminta maaf kepada diri saya sendiri. Maaf telah menzalimimu.

Kemalasan, ya… sesuatu yang paling saya benci karena tidak ada yang baik dampaknya jika saya menuruti kemalasan. Semuanya jadi berantakan baik kehidupan kuliah dan kantor. Ingin membenahi ini semua namun ternyata rasa malas saya ini didorong oleh lemahnya Iman saat ini, diri yang kini serasa jauh dari Allah.

Diri yang dulu kuat kini terkapar dan lemah

Terkapar karena lemah yang ada dihatinya

bukan keimanan yang kuat dan kokoh seperti dahulu

Saat tangis dipenghujung malam menjadi senjata terkuat

Saat hati merindukan remangnya lampu menemani tahajud

Bermunajat kepadaNya ditemani sajadah saudi yang lebar

dan dihiaskan dengan kerinduan kepada Sang Maha Pencipta

Allah Subhanahu wa ta’ala

Namun kini hampa seperti tak membekas

Saat mata mulai melihat dunia dan keindahannya

Saat hati jatuh cinta kepada makhluknya

Saat kekhusyuuan tak lagi menjadi teman dalam sholat

Dunia ini dan hidup ini terasa hampa dan terasa berat dipikul

Senyuman yang dulu cerah seperti pancaran mata air

Kini tak seperti dulu.

Tilawah ku hampir tak membekas dihati

Entah apa yang terjadi….hampa sekali.

Masalah demi masalah kian menimpa akibat ulahku sendiri yang menuruti kemalasan dan hawa nafsu, apakah ada makanan haram yang sudah ku makan. Sehingga jiwa tak kuat seperti dulu dan doa tak seyakin dulu.

Aku menangis atas yang menimpaku saat ini meyesali perbuatan yang pernah kulakukan yaitu menuruti kemalasan. Hidup seperti berantakan

Namun sesekali kucoba menyemangati diri namun kerap kali juga ku terjatuh

Namun aku tetap terus mencoba tuk benahi jiwa ini yang sedang sakit

Sahabat-sahabatku keikhlasan dalam hati ini sering kali ternodai karena niat yang tidak karena-Nya. Niat yang menharap pujian dari makhluk dan niat yang tidak sempurna Azzamnya.

Ingin sekali ku gapai dunia para salafush shalih, menjadi Imam yang membacakan ayat-ayat suciNya berdirikan diatas sajadah dengan memakai gamis putih dan bersorban dengan wajah yang penuh kerinduan kepada sang Pencipta, menjalin kasih lagi dengan -Nya aku merindukan -Mu ya Allah walau sering kali kuhianati cinta-Mu saat impian sudah tercapai , saat tangis berganti tawa.

Semoga tawaku kelak karenaMu, senyumku kelak karenaMu, sedihku kelak karenaMu, tangisku kelak karenaMu . Bukan karena manusia.

Aku ingin bisa tersenyum kelak dihadapanMu.

Aku ingin selalu bisa mencintaimu

Hilangkan dusta yang pernah terucap

Hapuskan lara yang pernah kurasakan

Dekatkan aku pada Mihrab Cinta-Mu

Singkirkan duri kemunafikan dari jalanku di jalan-Mu ya Allah

Luruskan niat hati yang bengkok

Kuatkan aku akan keyakinan terhadap janjiMu.

Karene Engkau pemberi Janji yang pasti.

Bingung

Posted by: salsabilayugo on: December 28, 2007

Astagfirullaah.

Bingung kenapa ya?gak semangat aja kerja kayak gini. Kerja jadi gak bener…padahal udah niat mau fokus waktu kerja untuk kerja n waktu kuliah untuk kuliah … tapi…. ternyata… ah susah ngungkapin semua ini.