Dari hati

Standard

170221_pencil

SATU SAYAP

Oleh: Heru Yugo Prasetyo

25 November 2008

Layaknya burung yang terbang di langit yang sedang mengepakkan sayapnya

Menuju persinggahan yang harus disinggahi…tuk menemukan arti kata hidup

Hanya yakin dan harapan yang ada dalam dadanya..tuk tetap gerakkan kedua sayapnya

Menuju tempat persinggahan.

Tiada bekal yang dia bawa..hanya perut kosong dan kepakan sayapnya yang mengepak sekuat keyakinannya dan harapannya

Saat harus tinggalkan sarangnya, saat yang memang menjadi takdirnya…

Takdir yang membawanya menuju suatu perubahan..perubahan yang mustahil tanpa pengorbanan

Namun adakah engkau lihat sayapnya?

Sayap yang selalu menemaninya?

Dua sayap yang saling melengkapi , hingga sang burungpun dapat terbang menjelajahi cakrawala

Bukankah Allah menciptakan 2 sayap padanya? Tuk saling mengepakkan hingga cakrawalapun tersentuh dengan keajaiban penciptaan 2 sayap

Memang ada semangat yang membara dalam hati sang burung….memang ada harapan yang luas seluas cakrawala dalam hatinya..

Namun adakah kau lihat burung yang dapat terbang dengan satu sayap?

Adakah kau lihat paruhnya menembus cakrawala dengan hanya satu sayap?

Tidak….tidak.. mungkin kau temukan

Akan sulit tuk terbang dengan sayap yang hilang

Akan sulit tuk terbang dengan sayap yang patah

Akan sulit tuk terbang….

Begitulah arti dirimu bagi ku, aku adalah salah satu sayapnya..dan engkaulah adalah sayapnya yang lain…yang dipersatukan melalui hati yang penuh harap dan keyakinan…harap dan keyakinan yang satu…

Terasa sulit bagiku tuk membawa hati yang penuh harap dan keyakinan itu tanpa hadirnya dirimu….tuk membawa hati ini menuju Tuhanku…dalam jubah ketaqwaan.

Kini aku sedang menunggu dalam harap dan keyakinan tuk bisa membawa “sang burung” menuju tempatnya…dan aku tiada mungkin pergi tanpa dirimu….

Jadilah engkau pelengkap kepakanku..hingga kepakanku pun menerbangkan hati sang burung

Jadilah engkau penyeimbangku ketika paruhnya menembus cakrawala…

Jadilah engkau pelengkap kehadiranku…pada dunia ini…

Saat dirimu merasa mampu berjalan sendiri didunia ini..ingatlah sesungguhnya engkau hanyalah sebuah sayap…tiada akan pernah tercapai cita-cita yang luhur yang penuh cinta dan kedamaian..yang membawa kebahagiaan tanpa bantuan dari orang lain (pasangan anda). Kedua sayap itu bersatu karena satu hati dan satu tujuan….tujuan itu adalah Tuhan….Allah subhanahu wa taa’la.

Dia jua lah yang menyatukan kalian (kedua sayap) dalam raga “sang burung” tuk dapat meraih indahnya cakrawala..menikmati keindahan penciptaan-penciptaan Nya.

Hati kalian adalah hati “sang burung” tujuan kalian adalah tujuan “sang burung”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s